Tuesday, May 27, 2014

Mereka yang Harus Absen di Piala Dunia Brasil 2014



Piala Dunia yang akan tayang sebentar lagi dianggap sebagai turnamen yang mempertemukan para pesepak bola terbaik di dunia. Pemain yang tampil cemerlang kerap diganjar gelar pemain terbaik dunia. Yang tidak bisa tampil, mereka harus puas menjadi penonton saja.
Beberapa pemain akan cukup dirindukan aksinya karena ketiadaan mereka di Brasil. Ada yang memang negaranya tidak lolos, ada yang cedera, ada yang memang harus puas menjadi cadangan jika rekan-rekannya mendadak cedera dan ada pula yang kondisinya sehat-sehat saja namun pelatih tidak memanggilnya. Berikut pemain-pemain yang tidak akan tampil di Piala Dunia.

1. Carlos Tevez (Juventus – Argentina)

Dipinggirkannya Carlos Tevez dan dimasukkannya nama Franco Di Santo adalah salah satu kejutan terbesar. Dengan rekor golnya yang baik, permainan ngotot yang menjadi ciri khas, plus pengalamannya bermain di tanah Brasil bersama klub Corinthians semestinya menjadikan Tevez sebagai pilihan otomatis.
Namun, Argentina memang sudah disesaki talenta-talenta besar di lini depan. Lionel Messi, Sergio Aguero, Gonzalo Higuain, Rodrigo Palacio dan Ezequiel Lavezzi. Pelatih Alejandro Sabella menganggap nama-nama tersebut sudah cukup memuaskannya.

2. Gabriel Fernandez Arenas (Atletico Madrid – Spanyol)

Pemain yang lebih dikenal dengan nama panggilan Gabi ini adalah kapten Atletico Madrid, tim yang baru menjuarai Liga BBVA dan menembus final Champion League. Sebagai kapten dari klub yang mengalami kesuksesan, plus performanya yang stabil, Gabi semestinya pantas mendapatkan sebuah tempat di tim nasional Spanyol.
Namun, melimpahnya talenta di lini tengah tim nasional Spanyol memang menjadikan Gabi terlupakan. Keberadaan Xabi Alonso, Sergio Busquets dan Javi Martinez yang lebih mapan di posisi ini memang menyulitkan Gabi dalam menembus tim.




3. Gareth Bale (Real Madrid - Wales)

Menjalani musim debut di klub terkaya dunia, Real Madrid, sebagai pemain termahal, Gareth Bale cukup mampu memenuhi ekspektasi penggemar sepakbola. Bukan hanya gol dan assist yang ia berikan, kecepatan dan kemampuannya dalam menghadapi freekick membuat Real Madrid mampu tampil sama hebatnya dengan atau tanpa Cristiano Ronaldo.
Sayangnya, Gareth Bale tidak mampu membawa negaranya, Wales, lolos ke Piala Dunia. Wales hanya menempati posisi kelima dalam Grup A Babak Kualifikasi Piala Dunia Zona Eropa.

4. Henrikh Mkhitaryan (Borussia Dortmund – Armenia)

Didatangkan untuk menggantikan Mario Goetze yang pindah ke Bayern Muenchen, Henrikh Mkhitaryan sempat mengalami kesulitan beradaptasi dengan permainan tim asuhan Juergen Klopp. Namun seiring berjalannya waktu, attacking midfielder berusia 25 tahun ini menjelma sebagai salah satu pemain kunci Dortmund. Ia mencetak 9 gol dan 10 assist untuk Dortmund di Bundesliga.
Dalam Babak Kualifikasi Piala Dunia 2014, Armenia hanya berada di posisi kelima meskipun Mkhitaryan menyumbangkan 3 gol.

5. Kevin Strootman (AS Roma - Belanda)

Kevin Strootman adalah salah satu pembelian terbaik yang dilakukan AS Roma musim ini. Kombinasinya bersama Daniele De Rossi dan Miralem Pjanic di lini tengah Roma berkontribusi besar pada pencapaian mereka menjadi runner-up Serie A musim ini. Sayangnya, Strootman mengalami cedera parah pada bulan Maret lalu yang membuatnya harus menjalani operasi sekaligus menutup peluangnya tampil di Piala Dunia tahun ini.






6. Mehdi Benatia (AS Roma – Maroko)

Benatia adalah bek dengan performa paling konsisten di Serie A dalam beberapa tahun terakhir. Keputusan Roma membelinya merupakan keputusan yang tepat karena Benatia berkontribusi besar atas kokohnya pertahanan Roma yang hanya kebobolan 25 kali sepanjang musim.

7. Robert Lewandowski (Borussia Dortmund – Polandia)

Dalam beberapa tahun terakhir, Robert Lewandowski dipandang sebagai salah satu striker terbaik Eropa. Ia mencetak rata-rata 30 gol dalam tiga musim terakhir bersama Dortmund. Penyerang yang mulai musim depan memperkuat Bayern Muenchen ini juga menyumbangkan 3 gol di Babak Kualifikasi Piala Dunia, namun sayangnya gagal mengantar Polandia yang hanya berada di posisi keempat di bawah Inggris, Ukraina dan Montenegro.







8. Roberto Firmino (Hoffenheim – Brasil)

Sebagai salah satu attacking midfielder dengan performa terbaik di Bundesliga, Roberto Firmino sama sekali tidak masuk dalam rencana pelatih Brasil, Luis Felipe Scolari. Pemain berusia 22 tahun ini mencetak 16 gol dan 12 assist di Bundesliga musim ini, sebuah catatan sensasional yang kemudian membuat namanya ramai menjadi incaran klub-klub besar.

9. Samir Nasri (Manchester City – Prancis)

Mampu menjadi pemain kunci di tim bertabur attacking midfielder berbakat adalah bukti yang lebih dari cukup akan kehebatan Samir Nasri. Mantan pemain Arsenal ini juga berperan besar dalam raihan gelar juara Premier League bagi Manchester City.
Pelatih Prancis, Didier Deschamps, memiliki penilaian berbeda. Perangai Nasri yang kerap marah jika dicadangkan jelas berpotensi merusak keharmonisan tim. Hal yang tidak ingin diulangi tim nasional Prancis yang mengalami cerita serupa pada Piala Dunia 2010.

10. Zlatan Ibrahimovic (Paris Saint Germain - Swedia)

Usia Zlatan Ibrahimovic sudah 32 tahun, namun hingga kini penggemar sepakbola belum melihat bentuk penurunan kualitas permainan yang dimilikinya. Ibrahimovic masih produktif sebagai mesin gol tim yang diperkuatnya, sekaligus kerap menyumbangkan gelar juara liga domestik. Tidak hanya itu, Piala Dunia akan kehilangan potensi gol-gol cantik dan kemungkinan cerita kontroversial tanpa kehadirannya.
Sayangnya, kita sepertinya memang tidak akan melihat Ibrahimovic lagi di ajang Piala Dunia saat level permainannya mencapai puncak. Empat tahun lagi, usia Ibra sudah 36 tahun. Sulit berharap Ibra masih memiliki level yang sama dengan sekarang.

Wednesday, May 21, 2014

Seorang Introvert


Apa tanda-tanda seorang introvert menurut Anda? Mereka yang duduk di sofa dengan sebuah iPhone di tangan saat pesta sedang berlangsung? Tidak semudah itu untuk menuduh seseorang sebagai introvert, karena introvert bukanlah hanya tentang seorang pemalu saja.

Introvert adalah orang yang menikmati dan menyukai kesendirian, tertutup, dan pendiam. Jarang berbicara dan bisa menjadi pendengar yang baik. Lebih suka menyendiri di rumah daripada berkumpul dengan orang lain. Walaupun tidak semua para introvert seperti itu, karena tidak sedikit para introvert yang juga berkumpul dan berbicara dengan temannya walaupun kebanyakan yang dibahas adalah hal yang bermanfaat baginya dan dapat disimpulkan para introvert tidak suka berbasa-basi. Para introvert adalah kaum minoritas, kaum yang terkesampingkan karena faktor lingkungan atau atas keinginan mereka sendiri.

Tanpa disangka, Anda bisa jadi memiliki syarat lengkap untuk menjadi seorang introvert tanpa Anda sadari. Berikut tanda-tanda yang sering nampak dari seorang introvert, dan bukan tidak mungkin Anda adalah salah satu di antara mereka.

1. Anda tidak ingin mendapat kenalan baru di sebuah pesta

Berpesta memang bukanlah kegiatan rutin yang dilakukan seorang introvert, namun terkadang mereka memiliki ketertarikan dengan alasan tersendiri untuk mendatangi sebuah pesta. Mendapatkan wanita cantik? Bertemu teman-teman baru? Semua itu bukanlah tujuan seorang introvert.
Mereka hanya ingin berkumpul dengan orang-orang yang mereka kenal, walaupun tidak menutup kemungkinan jika akhirnya introvert bisa mendapat teman baru. Namun, berkenalan dengan orang asing tidak pernah menjadi tujuan utama seorang introvert.

Tanda lain dalam kegiatan sosial seperti pesta adalah, seorang introvert sering merasa sendiri di keramaian. Hal ini bahkan bisa terjadi ketika introvert berkumpul dengan teman-teman terbaiknya, seringkali dipengaruhi oleh suasana yang dirasa tidak nyaman. Introvert mungkin tidak menolak jika diundang untuk berkumpul, namun bukan berarti ia akan merasa bisa menyatu dengan atmosfir keramaian.

2. Orang-orang mengatakan Anda terlalu tegang dan berpikiran terlalu dewasa
Apakah Anda senang jika sedang larut dalam percakapan yang melibatkan fanatisme pada sebuah film atau buku? Introvert juga sangat sering mencoba untuk melakukan pembicaraan yang berat. Deep talk adalah makanan seorang introvert, mereka senang melakukan observasi dan menangkap banyak informasi. Hal ini akan membuat introvert terlihat sebagai orang yang bijak, karena introvert selalu berpikir sebelum berbicara.


3. Menyendiri adalah hal yang nyaman untuk Anda
Bagai sebuah gadget, seorang introvert selalu membutuhkan isi ulang energi dalam bentuk menyendiri. Mereka menganggap 'me-time' sebagai sebuah kebutuhan, dengan melakukan banyak hal yang akan membuat extrovert bosan. Namun, ternyata hal ini memiliki kelebihan tersendiri.
Menyendiri akan membuat introvert belajar banyak hal; banyak berpikir akan membuat seseorang menjadi lebih bijak dalam mengambil keputusan, introvert yang selalu tertarik dengan ide-ide dengan perdebatan panjang dengan diri sendiri untuk memutuskan mana yang lebih baik.  Walaupun seorang introvert lebih tertarik dengan ide-ide dan gambaran luas sebuah keadaan, namun ternyata introvert memiliki kelebihan untuk melihat detail lebih baik. Kelebihan ini bisa dibilang didapatkan dari kegiatan menyendiri yang yang banyak diisi dengan berpikir.

Akibat buruknya adalah introvert sering susah untuk dihubungi karena terkadang telepon terasa seperti semacam gangguan. Seorang introvert mungkin akan menghubungi kembali setelah mengabaikan sebuah panggilan karena introvert bukan tidak peduli, namun mereka membutuhkan energi untuk berbicara dengan orang lain saat sedang sendiri. Bahkan pada orang-orang terdekat.

4. Menekuni satu bidang terasa lebih tepat
Menjadi seorang pemikir dengan pertimbangan yang matang adalah kelebihan yang dimiliki seorang introvert. Akibatnya, introvert tidak akan memiliki pikiran yang bercabang dan hanya memiliki satu tujuan dan fokus yang baik. Jika seorang introvert ingin menjadi seorang programmer, ia akan menekuninya hingga benar-benar mampu menguasai bidang tersebut. Introvert tidak akan cepat teralihkan dari tujuannya, tidak bisa terbawa arus karena otaknya seolah telah diprogram memiliki fokus yang sangat baik.


5. Anda seorang penulis
Ada alasan yang cukup jelas kenapa seorang introvert mampu menjadi penulis yang baik. Introvert memilih untuk tidak banyak berinteraksi dengan orang-orang, karena itu menulis akan membantunya mengatakan sesuatu. Di zaman modern, mungkin buku bukanlah media utama melainkan lewat blogging. J.K. Rowling adalah salah satu contoh introvert yang akhirnya menjadi salah satu penulis paling laris lewat tujuh serial Harry Potter. Memang tidak selamanya menjadi seorang introvert itu buruk. Jika Anda memiliki ciri-ciri tersebut, Anda mungkin bisa membiasakan diri dengan membuang hal-hal yang buruk demi menjadi pribadi yang lebih baik.


Jika ada yang bertanya "Lalu buat apa kalian (para introvert) di dunia ini, selain menyendiri dan menutup diri, apakah tidak ada hal lain yang bisa kalian lakukan selain melakukan hal yang tidak berguna itu?", lebih baik cepat menarik kata-katanya.
Kami (kaum minoritas) menyendiri bukan berarti kami tidak melakukan apa-apa, tetapi kami bekerja dengan cara seperti itu, kami menutup diri bukan berarti kami akan menutup diri pada semua orang, kami bisa berbicara panjang lebar dengan seorang "teman yang baik/sahabat".
Karena itu, jika kalian mempunyai teman introvert dan dia menceritakan masalah pribadinya pada Anda, berbahagialah dia menganggap Anda teman yang baik.

"Kita di beri kekurangan dan kelebihan, maka perbaiki kekurangan itu dan manfaatkanlah kelebihannya".
-RyoVenom-


Wednesday, May 07, 2014

5 Tanda Anda Adalah Seorang Pengecut



Sebagai seorang pria, terdapat satu sifat yang harus benar-benar jauh dari diri Anda yaitu sifat pengecut. Membuang perilaku penakut atau wimp bagaikan menjadi salah satu harga mati bagi seorang pria sejati. Not only sifat pria pengecut tidak disukai para wanita, namun pelaku pengecut akan membuat Anda tidak dihormati di lingkungan mulai dari pekerjaan hingga lingkungan teman-teman Anda. Berikut lima perilaku yang menandakan Anda adalah seorang pengecut.

1. Tidak berani mengutarakan pendapat 

Tidak berani mengutarakan apa yang ada di dalam pikiran diri merupakan salah satu pertanda bahwa Anda adalah seorang pengecut. Baik itu dalam sebuah rapat di kantor, atau mengurakan sesuatu kepada pasangan Anda, dan lainnya, sangat penting bagi seorang pria untuk berani mengungkapkan segalanya. Terlebih jika Anda tau apa yang ada dipikiran Anda adalah sesuatu yang benar. Seringkali orang bermasalah untuk mengungkapkan pendapat karena takut terlihat salah dan sebagainya. Namun yang harus diingat, tidak ada yang salah dari mengungkapkan pendapat bukan? Justru dengan berani mengungkapkan pendapat, Anda akan menjadi sosok yang dihormati dan dianggap pemberani. Terlebih lagi di mata seorang wanita, tidak ada wanita yang suka dengan pria yang tidak berani mengutarakan pendapat mereka sendiri. Namun, ingat berani mengutarakan pendapat dan berperilaku sok tahu hanya berbeda tipis. Bagaimanapun juga apa yang keluar dari mulut Anda tidak boleh berlebihan agar tidak di cap sebagai sosok yang sok tahu.       


2. Membutuhkan teman untuk berbicara dengan wanita


This is important for your love life dan juga lingkungan pertemanan Anda. Coba Anda ingat-ingat, pernahkah Anda begitu tertarik dengan seorang wanita, namun tidak berani untuk berbicara dengannya? Lalu atas dasar ketakutan itu Anda mengajak seorang teman untuk berbicara dengannya? Well, jika itu pernah terjadi maka Anda masuk dalam kategori seorang pengecut.  Menghampiri dan berbicara langsung dengan seorang wanita memang harus diakui sulit. Tetapi, itu lebih ke problem para ABG yang tidak seharusnya masih Anda rasakan. Para wanita kebanyakan lebih menyukai pria yang berani dan percaya diri, bukan pria pengecut yang bahkan tidak berani berbicara dengan wanita yang disukainya. Just be yourself dan kumpulkan segala keberanian dengan wanita yang Anda sukai tanpa bantuan seorang wingman. Toh wanita tersebut juga hanya manusia biasa, sama seperti Anda. Man up guys!   


3. Takut untuk mengecek suara-suara mencurigakan


Mungkin ini terdengar seperti lelucon dan sangat sepele, but this is important. Pernahkah Anda mengalami kejadian dimana tiba-tiba terdengar suara mencurigakan, misalnya suatu saat Anda sedang berkumpul bersama teman-teman Anda di rumah dan tiba-tiba terdengar suara-suara mencurigakan dari luar pagar? Here's a chance for you to show that you're a real man! Hampiri suara mencurigakan tersebut dan pastikan semua baik-baik saja. Ok let's be serious. Jika Anda masih menganggap hal ini sebagai lelucon, coba pikirkan contoh berikutnya. One day, Anda mungkin sedang berlibur berdua dengan pasangan Anda, kalian sendang bersantai di tempat yang sepi dan tiba-tiba terdengar suara mencurigan yang cukup mengerikan. Apa yang harus Anda lakukan? Berlari ketakutan, mengajak pasangan Anda mengecek suara tersebut bersama-sama? What a wimp, tentu yang harus Anda lakukan adalah mengecek suara-suara mencurigakan tersebut sendiri dan tunjukan kepada pasangan Anda bahwa Anda bisa menjadi sosok pelindung baginya. Make sense? Hopefully.         


4. Terlalu merendah


Poin berikutnya mungkin sedikit pertentangan dengan "budaya timur" yang serba sopan dan merendah. Namun, teralu merendah saat mendapat pujian merupakan salah satu ciri-ciri seorang pengecut. For example, suat saat Anda mendapat pujian karena prestasi yang baik di kantor Anda, namun Anda lebih memilih merendah dan mengatakan bahwa hasil positif yang Anda raih merupakan hasil kerja sama tim Anda dan sebagainya. Mungkin, Anda berpikir bahwa jawaban Anda yang merendah itu merupakan perilaku yang baik dan sopan, namun justru jawaban tersebut mencabut kredibilitas dan apresiasi yang diberikan kepada Anda. Dengan berani menerima pujian, Anda akan menunjukan kepada orang-orang di sekitar bahwa Anda adalah sosok yang percaya diri dan berani. Toh pujian yang diberikan memang ditujukan kepada Anda, why not take the credit?       


5. Affraid to get physical


Another one related to relationships, affraid to get physical. Namun sebelum Anda loncat ke konklusi yang berlebihan, kontak fisik yang dimaksud disini tentu saja harus pada tempatnya. Tentu saja bukan bermaksud menyuruh Anda untuk berlaku tidak sopan kepada wanita idaman Anda, that would be stupid. Jika memang keadaan mendukung dan respon positif sudah Anda dapatkan, don't be affraid to get a little physical. Sebagai contoh, Anda sudah beberapa lama mendekati seorang wanita dan mendapatkan respon yang cukup positif. Anda sudah berhasil berada di posisi yang cukup dekat dengannya. Lalu, pada suatu saat Anda sedang pergi dengannya dan dalam suasana yang menyenangkan, ambillah inisiatif untuk menggandeng tangannya atau merangkul bahunya. Dengan menunjukan keberanian tersebut, Anda akan menunjukan kepada sang wanita bahwa Anda mempunyai keberanian yang cukup tinggi and not affraid to take the lead. Satu hal yang sangat penting dan positif dimata seorang wanita. Namun ingat, jangan terlalu percaya diri. Anda tentu saja juga harus bisa membaca sinyal-sinyal yang diberikan kepada Anda. Pastikan dulu sang wanita memang tertarik dengan Anda. Jika ia tidak tertarik dengan Anda, well you know the rest.

Ingat, no one likes a wimp. Hindari menjadi seorang pengecut dan mulai berperilaku sebagai sosok pria sejati, berani dan percaya diri. Anda akan menjadi sosok yang dihormati dan dijadikan panutan bagi orang-orang sekitar, lingkungan kantor, dan tentu saja didepan wanita idaman Anda. Man up guys!

Bagaimana Menghadapi Kritik Dengan Baik




Berhadapan dengan kritik adalah hal yang rumit. Walau bersifat membangun sekalipun, tidak banyak orang yang bisa menerima kritik dengan lapang dada, entah datangnya dari rekan kerja, teman, atau anggota keluarga sekalipun.
Usia 20-an adalah masa yang cukup sulit untuk menghadapi berbagai problematika yang terus datang dalam proses menuju kedewasaan. Mereka yang berusia lebih tua umumnya akan mendatangi Anda, dengan advice, teguran atau kritik yang disampaikan dengan cara yang beragam.
Bagaimana menghadapi semua itu? Berikut tips yang Saya berikan bagi Anda yang ingin menghadapi kritik dengan cara yang baik.

1. Ganti perspektif Anda tentang kritik

Ini adalah hal pertama yang cukup vital, karena perspektif bisa mengubah cara pandang Anda tentang segala hal. Berhentilah menganggap kritik sebagai sebuh teguran yang akan membuat diri Anda malu, lihatlah kritik sebagai sebuah faktor yang bisa membuat diri Anda lebih baik. Anda bisa belajar banyak hal dari kritik.

2. Lihat siapa yang memberi kritik

Tidak sedikit orang yang diberi kritik akan langsung mendeskripsikan bahwa orang-orang yang memberi kritik dengan kalimat seperti "they’re just jealous". Well, that's not actually true. Bedakan kritik dan rasa iri dan semuanya berawal dari pihak mana yang memberi Anda kritik. Orang-orang yang bijak memberi Anda kritik bukan karena ingin memvonis bahwa Anda melakukan hal buruk, namun karena ingin melihat Anda lebih baik. Nobody's perfect, remember?

3. Don't take it personally

Jangan pernah menganggap bahwa kritik adalah serangan yang ditujukan pada pribadi Anda. Inilah poin dimana Anda harus memisahkan emosi dan rasa marah sejenak. Akan sulit memang, namun Anda akan terkejut bahwa terkadang kritik bisa membantu banyak dalam mengatasi masalah Anda. Tahan keinginan Anda untuk beradu argumen dengan orang yang memberi kritik, dengarkanlah terlebih dahulu. Stay calm, walaupun yang memberi Anda kritik adalah seorang douchebag. Seberapa pun sulitnya keadaan Anda, seberapa douchy pun orang yang memberi Anda kritik, paksa diri Anda untuk tetap tenang. Jika Anda berhasil melakukan ini, proses kritik akan bisa berjalan lebih cepat karena Anda berhasil 'membunuh' orang yang bersangkutan dengan ketenangan yang Anda miliki.

4. Klarifikasi

Setelah menerima kritik, lakukan obrolan ringan dengan sang pemberi kritik. Bahaslah kesalahan yang telah Anda perbuat, apa saja solusi yang bisa diambil. Jika sang pemberi kritik tidak membantu banyak, Anda berarti berhadapan dengan orang yang salah. Namun tetap tinggalkan emosi jauh-jauh, jangan libatkan kemarahan mengambil alih diri Anda. Kemarahan tidak akan menyelesaikan masalah. Take action Jika Anda telah mendapatkan pencerahan dari sebuah kritik, maka segeralah mengambil tindakan dari pelajaran yang telah Anda terima. Pertama, ini akan membuat sang pemberi kritik merasa dihargai. Kedua, tentunya ini akan menjadi pencerahan bagi masalah Anda. Jangan lupa untuk mengucapkan rasa terima kasih Anda setelah menerima kritik, entah tindakan yang Anda lakukan sebelumnya benar-benar murni dari sang pemberi kritik.

Sunday, May 04, 2014

Demografi


Demografi (kependudukan) adalah ilmu yang mempelajari dinamika kependudukan manusia. Demografi meliputi ukuran, struktur dan distribusi penduduk, serta bagaimana jumlah penduduk berubah setiap waktu akibat kelahiran, kematian, migrasi, serta penuaan. Analisis kependudukan dapat merujuk masyarakat secara keseluruhan atau kelompok tertentu yang didasarkan kriteria seperti pendidikankewarganegaraanagama, atau etnisitas tertentu.

Data dan metode pengumpulan data demografi ada dua macam, yakni:
  • Metode langsung. Data berasal dari statistik yang mencatat seluruh kelahiran, kematian dan perubahan status secara sah seperti perkawinan, perceraian dan migrasi.
  • Metode tidak langsung. Digunakan saat data utuh tidak tersedia, misalnya pada negara berkembang dan demografi masa lampau.


Pengertian dinamika penduduk
a. Dinamika penduduk : perubahan keadaan penduduk baik itu jumlah, distribusi maupun komposisinya pada suatu wilayah dalam waktu tertentu sehingga dapat mempengaruhi sruktur penduduk di wilayah tersebut.
b. Perubahan keadaan penduduk dari waktu ke waktu dipengaruhi oleh faktor-faktor :
Kelahiran, kematian, mobilitas, perkawinan, migrasi
Kelahiran
Angka kelahiran : angka yang menunjukkan jumlah kelahiran dalam kurun waktu tertentu.
Menghitung angka kelahiran
1. Angka kelahiran kasar /CBR
Angka yang menyatakan banyaknya kelahiran hidup setiap seribu jiwa dalam jangka waktu 1 tahun.
Rumus : CBR = jumlah kelahiran X 1000
Jumlah penduduk
2. Angka kelahiran khusus /ASFR
Angka yang menunjukkan banyaknya kelahiran hidup dari 1000 wanita usia tertentu dalam satu tahun.
Rumus :
ASFR = Jumlah kelahiran dari wanita usia tertentu X 1000
Jumla wanita dalam usia tertentu
Kematian
Angka kematian : angka yang menunjukkan jumlah kematian dalam kurun waktu tertentu.
Menghitung angka kematian
1. Angka kematian kasar /CBR
Angka yang menyatakan banyaknya kematian setiap seribu jiwa dalam kurun waktu 1 tahun.
Rumus : CBR = jumlah kematian X 1000
Jumlah penduduk
2. Angka kelahiran khusus /ASDR
Angka yang menunjukkan banyaknya kematian dari 1000 wanita usia tertentu dalam satu tahun.
Rumus :
ASFR = Jumlah kematian dari wanita usia tertentu X 1000
Jumlah wanita dalam usia tertentu
Migrasi
•Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat satu ke tempat lain untuk menetap.
•Faktor-faktor yang mempengaruhi migrasi
1. Faktor pendorong
Adalah factor-faktor yang merangsang proses migrasi yang berasal dari tempat asal.
a. Berkurang SDA di tempat asal
b. Ketidakcocokan dengan budaya tempat asal
c. Ingin mencari kehidupan yang lebih layak.
d. kurangnya fasilitas hiburan di tempat asal
2. Faktor penarik
Adalah factor-faktor yang merangsang proses migrasi yang berasal dari tempat tujuan.
a. Rasa superior di tempat yang baru
b. Penghidupan yang lebih layak di tempat yang baru
c. Mencari pekerjaan di tempat yang baru
d. tersedianya sumber daya alam yang melimpah
3, Faktor penghambat migrasi
UU larangan migrasi, perang dsb.
Menghitung laju migrasi/angka mobilitas
Rumus : M = x 1000
jumlah penduduk
Pertumbuhan Penduduk
Ø Perubahan jumlah penduduk/dinamika besar penduduk identik dengan pertumbuhan penduduk karena jumlah penduduk dari waktu ke waktu akan meningkat dan tidak mungkin menurun.
Ø Menurut Thomas Robert Malthus pertumbuhan penduduk mengikuti deret ukur (1,2,4,16 …) sedangkan pertumbuhan bahan makanan mengikuti deret hitung (1,2,3,4 …) artinya pertumbuhan penduduk lebih cepat daripada pertumbuhan bahan makanan akibatnya suatu ketika akan mengalami kekurangan makanan.
Ø Pertumbuhan penduduk : perubahan jumlah penduduk yang dipengaruhi faktor kelahiran, kematian dan migrasi
Ø Pertumbuhan penduduk sangat di pengaruhi oleh angka kelahiran yang tinggi.
Transisi Demografi
Transisi merupakan kata yang tepat bagi negara berkembang seperti Indonesia. Salah satu alasan berada pada masa transisi adalah mobilitas. Mobilitas manusia yang pergi ke negara bermasyarakat informasi dan kembali ke Indonesia dengan membawa situasi masyarakat informasinya. Mobilitas kapital yang membawa modal dari negara maju ke Indonesia sehingga kita harus menggunakan situasi masyarakat informasi pemilik modal terutama penggunaan komputer dan fasilitas komunikasi. Mobilitas ilmu pengetahuan yang membawa penemuan ilmu pengetahuan baru dari negara maju ke Indonesia sehingga kita dapat dengan mudah menerapkannya. 

Unsur-unsur Dinamika Penduduk
A. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Dinamika Penduduk
Jumlah penduduk dapat mengalami perubahan dari waktu ke waktu yaitu bertambah atau berkurang. Dinamika penduduk atau perubahan jumlah penduduk dipengaruhi oleh 3 (tiga) faktor yaitu : 
a. Kelahiran (natalitas) 
b. Kematian (mortalitas) 
c. Migrasi (perpindahan) 

Jumlah kelahiran dan kematian sangat menentukan dalam pertumbuhan penduduk Indonesia, oleh karena itu kita perlu mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kelahiran dan kematian. 

Faktor yang menunjang dan menghambat kelahiran (natalitas) di Indonesia adalah sebagai berikut: 

a. Penunjang Kelahiran (Pro Natalitas) antara lain :
 1. Kawin usia muda
2. Pandangan “banyak anak banyak rezeki”
3. Anak menjadi harapan bagi orang tua sebagai pencari nafkah
4. Anak merupakan penentu status sosial
5. Anak merupakan penerus keturunan terutama anak laki-laki.  

b. Penghambat Kelahiran (Anti Natalitas) antara lain :
 1. Pelaksanan Program Keluarga Berencana (KB)
2. Penundaan usia perkawinan dengan alasan menyelesaikan pendidikan
3. Semakin banyak wanita karir
c.Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate /CBR) adalah jumlah kelahiran hidup dari tiap 1000 orang penduduk dalam waktu satu tahun.

Faktor yang menunjang dan menghambat kematian (mortalitas) di Indonesia, adalah sebagai berikut : 
a.
Penunjang Kematian (Pro Mortalitas) antara lain :
1. Rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan 
2. Fasilitas kesehatan yang belum memadai
3. Keadaan gizi penduduk yang rendah
4. Terjadinya bencana alam seperti gunung meletus, gempa bumi, banjir
5. Peparangan, wabah penyakit, pembunuhan

b.
Penghambat Kematian (Anti Mortalitas) antara lain :
1. Meningkatnya kesadaran penduduk akan pentingnya kesehatan
2. Fasilitas kesehatan yang memadai
3. Meningkatnya keadaan gizi penduduk
4. Memperbanyak tenaga medis seperti dokter, dan bidan
5. Kemajuan di bidang kedokteran.


d. Angka Kematian Kasar (Crude Death Rate) adalah jumlah kematian setiap 1000 penduduk dalam waktu satu tahun.

Pada tahun 2011 penduduk dunia diperkirakan telah mencapai 7 milyar jiwa. Indonesia menempati posisi keempat di dunia dengan penduduk 237,6 juta jiwa. Dimana berdasarkan dokumen Grand Desain Pengendalian Kuantitas Penduduk, terungkap bahwa keempat matra kependudukan di Indonesia, semuanya masih bermasalah, yaitu aspek kuantitas, kualitas, persebaran/mobilitas dan data/administrasi kependudukan.

Dari sisi kualitas, jumlah penduduk Indonesia yang besar ternyata tidak diimbangi dengan mutu sumber daya manusia yang memadai. Indeks Pembangunan Manusia atau HDI Indonesia pada tahun 2010 masih rendah, ditandai ranking Indonesia yang berada pada urutan 121 dari 187 negara di dunia (data UNDP, 2012).

Dari sisi persebaran dan mobilitas penduduk, dijumpai ketimpangan persebaran penduduk yang tidak merata dan terkonsentrasi hanya di pulau Jawa dan Madura. Sedangkan dari sisi data atau administrasi kependudukan, catatan rutin kependudukan atau registrasi vital penduduk belum terdokumentasi secara lengkap dan komprehensif.

Setelah kita memasuki era desentralisasi saat ini, seringkali kita mendengar bahwa program Kependudukan dan Keluarga Berencana tidak menjadi prioritas daerah, terutama daerah dengan jumlah penduduk masih jarang, atau yang PAD-nya rendah.

Selain jumlah penduduknya yang besar, luasnya negara kepulauan dan tidak meratanya penduduk membuat Indonesia semakin banyak mengalami permasalahan terkait dengan hal kependudukan. Tidak hanya itu, faktor geografi, tingkat migrasi, struktur kependudukan di Indonesia dll membuat masalah kependudukan semakin kompleks dan juga menjadi hal yang perlu mendapatkan perhatian khusus guna kepentingan pembangunan manusia Indonesia. Adapun masalah-masalah kependudukan yang dialami oleh Indonesia antara lain: 
1. Besarnya Jumlah Penduduk (Over Population)

Telah disebutkan sebelumnya di awal bahwa jumlah penduduk Indonesia berada di urutan ke empat terbesar di dunia setelah berturut-turut China, India, Amerika Serikat dan keempat adalah Indonesia. Jumlah penduduk Indonesia dari hasil Sensus 2010 mencapai angka 237.641.326 (www.bps.go.id). Dari tahun ke tahun jumlah penduduk Indonesia semakin bertambah. Dari sensus tahun 1971-2010, jumlah penduduk Indonesia semakin bertambah. Di bawah ini dapat dilihat bagaimana jumlah penduduk dari tahun ke tahun semakin bertambah. Hal ini tentunya memberikan berbagai dampak baik postif dan negatif. Sebelum membahas tentang masalah kependudukan, ada baiknya kita mengetahui dampak positifnya lebih dahulu antara lain sebagai penyediaan tenaga kerja dalam masalah sumber daya alam, mempertahankan keutuhan negara dari ancaman yang berasal dari bangsa lain, dsb.


Akan tetapi permasalahan kependudukan terkait dengan jumlah penduduk yang besar menjadi sebuah masalah yang tidak dapat dihindarkan. Indonesia memiliki berbagai potensi terjadinya konfik. Benturan antara berbagai kepentingan dengan berbagai organisasi masa lainnya membuat masalah besarnya populasi menjadi hambatan. Selain itu yang terpenting terkait dengan permasalahan penyediaan sumber daya alam dan berbagai kebutuhan penting lainnya. Adanya tekanan penduduk terhadap daya dukung lingkungan menjadi masalah yang sangat rumit. Kepentingan untuk membangun tempat tinggal dan ruang gerak sangatlah penting namun di sisi lain terdapat kepentingan yang terkait dengan permasalah lingkungan seperti halnya sebagai daerah aliran sungai, daerah resapan air, pertanian, penyediaan sumber daya alam, dll. Kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan dan keduanya perlu mendapatkan perhatian yang sama demi keseimbangan alam.

Selain itu, masalah yang muncul terkait dengan jumlah penduduk yang besar adalah dalam penyedian lapangan pekerjaan. Kebutuhan akan bahan pokok menuntut orang untuk berkerja dan encari nafkah. Namun, penyedia lapangan kerja sangatlah minim. Yang menjadi masalah adalah penduduk lebih senang untuk menggantungkan diri terhadap pekerjaan dan cenderung mencari pekerjaan daripada membuka lapangan pekerjaan. Hal ini menyebabkan masalah baru yaitu pengangguran. Apabila jumlah pengangguran ini tinggi, maka rasio ketergantungan tinggi sehingga negara memiliki tanggungan yang besar untuk penduduknya yang dapat menghambat pembangunan dan menyebabkan tingkat kemiskinan menjadi tinggi.

Jumlah penduduk yang besar memiliki andil dalam berbagai permasalahan lingkungan dan aspek lainnya. Jumlah penduduk yang besar tentunya membutuhkan ruang yang lebih luas dan juga kebutuhan yang lebih banyak namun lahan dan juga wilayah Indonesia tidaklah bertambah. Oleh karena itu, perencaan yang matang sangatlah diperlukan guna penentuan kebijakan terkait dengan besarnya jumlah penduduk Indonesia.

2. Tingginya Tingkat Pertumbuhan Penduduk

Terkait dengan jumlah penduduk yang tinggi tentunya terdapat faktor yang mempengaruhinya. Salah satunya adalah tingkat atau laju pertumbuhan penduduk. Besarnya laju pertumbuhan penduduk membuat pertambahan jumlah penduduk semakin meningkat.

Semakin besar persentase kenaikannya maka semakin besar jumlah penduduknya. Kenaikan ini tentunya membawa dampak bagi kependudukan Indonesia. Dalam penentuan kebijakan semakin banyak yang perlu dipertimbangkan baik dalam hal penyediaan berbagai sarana dan prasarana, fasilitas-fasilitas umum dan yang terpenting adalah kebijakan dalam rangka mengurangi laju pertumbuhan yang ada di Indonesia. Dari situlah muncul program KB dan kini ditangani oleh BKKBN.


Jika melihat grafik di atas, dari tahun ke tahun tingkat pertumbuhan penduduk Indonesia semakin menurun. Pertambahan yang terjadi tidak terlalu tinggi daripada tahun sebelumnya. Namun, alangkah lebih baik apabila persentase pertumbuhannya semakin menurun hingga mencapai angka dibawah 1%. Dalam penggelompokkan negara-negara, negara-negara maju selalu memiliki angka pertumbuhan penduduk di bawah 1% atau bahkan 0%. Melihat dari jumlah penduduk Indonesia yang tinggi, penekanan agar laju pertumbuhan penduduk dapat menurun merupakan langkah yang baik guna menjaga kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Apabila tingginya tingkat pertumbuhan penduduk terus dibiarkan maka akan terjadi berbagai masalah baik masalah pengangguran, tingkat kualitas sumber daya manusia yang menurun, kejahatan, lapangan pekerjaan dll yang memberikan dampak negatif bagi kelangsungan umat manusia Indonesia khususnya. Oleh karena itu, usaha untuk menekan laju pertumbuhan sangatlah penting. Program-program yang ditawarkan pemerintah harus didukung oleh masyarakat seperti halnya KB, penggunaan alat kontrasepsi, penundaan usia perkawinan, dll sehingga penurunan laju pertumbuhan penduduk diharapkan menurun.

3. Persebaran Penduduk Tidak Merata

Kepadatan penduduk adalah jumlah penduduk disuatu wilayah dibandingkan dengan luas wilayahnya yang dihitung jiwa per km kuadrat. Berdasarkan sensus penduduk dan survey penduduk, persebaran penduduk Indonesia antar provinsi yang satu dengan provinsi yang lain tidak merata.

Di Indonesia sendiri terjadi konsentrasi kepadatan penduduk yang berpusat di Pulau Jawa. Hampir lebih dari 50% jumlah penduduk Indonesia mendiami Jawa. Hal ini menjadi masalah apabila pusat pemerintahan, informasi, trasportasi, ekonomi, dan berbagai fasilitas hanya berada di satu wilayah. Penduduk akan berusaha untuk melakukan migrasi dan akhirnya akan berdampak pada permasalahan pemerataan pembangunan.
Faktor faktor yang menyebabkan terjadinya persebaran penduduk:
  1. Kesuburan tanah, daerah atau wilayah yang ditempati banyak penduduk, karena dapat dijadikan sebagai lahan bercocok tanam dan sebaliknya.
  2. Iklim, wilayah yang beriklim terlalu panas, terlalu dingin, dan terlalu basah biasanya tidak disenangi sebagai tempat tinggal
  3. Topografi atau bentuk permukaan tanah pada umumnya masyarakat banyak bertempat tinggal di daerah datar
  4. Sumber air
  5. Perhubangan atau transportasi
  6. Fasilitas dan juga pusat-pusat ekonomi, pemerintahan, dll.

4. Tingkat Kesehatan Penduduk yang Rendah

Usaha untuk terus meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia terus digalakkan. Namun, kembali lagi permasala itu tetap muncul dan menjadi PR bagi penentu kebijakan guna meningkatkan kualitas manusia Indonesia.
Dalam hal kesehatan yang akan mejadi sorotan bagaimana gambaran tingkat kesehatan adalah angka kematian bayi. Besarnya kematian yeng terjadi menujukkan bagaimana kondisi lingkungan dan juga kesehatan pada masyarakat.


Dari data di atas dapat dilihat bagaimana penurunan yang terjadi pada angka kematian bayi di Indonesia yang dihitung berdasar jumlah kematian di setiap 1000 kelahiran per tahun. Penurunan ini menujukkan usaha untuk perbaikan dalam bidang kesehatan terus saja diupayakan guna meningkatkan kualitas hidup manusia Indonsia. Berbagai layanan kesehata yang dibuka seperti imunisasi dan juga posyandu tentunya menjadi harapan guna memperbaiki kondisi kesehatan yang ada saat ini.

Sebagai tambahan, terdapat tabel yang menujukkan bagaimana kondisi status gizi buruk yang ada di Indonesia tahun 1998-2003. Pemenuhan Gizi yang baik tentunya akan sangat berpengaruh pada kesehatan jika dikaitkan dengan kemampuan bayi untuk bertahan dari penyakit. Kebutuhan akan gizi yang terpenuhi akan meningkatkan daya tahan tubuh sehingga lebih kebal terhadap penyakit. Dari grafik di bawah ini, masih banyak terdapat balita yang mengalami gizi kurang bahkan gizi buruk. Hal ini menujukkan bahwa perbaikan dalam hal kesehatan masih perlu dilakukan.


Selain indikator tersebut, pengukuran tingkat kesehatan juga dapat dilakukan dengan melihat usia harapan hidup manusia Indonesia. Dalam Population Data Sheet 2012, usia harapan hidup orang Indonesia adalah 72 tahun sedangkan tahun 2011 rata-rata usia harapan hidupnya 71. Hal ini menujukkan usaha peningkatan dan perbaikan kualitas kesehatan manusia Indonesia. Angka harapan hidup yang tinggi menunjukkan tingkat kesehatan penduduk yang baik. Kualitas kesehatan penduduk tidak dapat dilepaskan dari pendapatan penduduk. Semakin tinggi pendapatan penduduk maka pengeluaran untuk membeli pelayanan kesehatan semakin tinggi. Penduduk yang pendapatannya tinggi dapat menikmati kualitas makanan yang memenuhi standar kesehatan.

5. Pendidikan Yang Rendah

Kesadaran masyarakat akan pendidikan di Indonesia masih tergolong rendah. Dari UU yang dikeluarkan pun terlihat bahwa wajib belajar penduduk Indonesia masih terbatas 9 tahun sementara negara lain bahkan menetapkan angka lebih dari 12 tahun dalam pendidikannya. Namun bagi Indonesia sendiri, angka 9 tahun pun belum semuanya terlaksana dan tuntas mengingat banyaknya pulau di Indonesia yang masih belum terjangkau oleh berbagai fasilitas pendidikan. Dari HDI (Human Development Indeks) tahun 2011 pun rata-rata pendidikan bangsa Indonesia masih pada angka 5.8 tahun. Dari sini pun sudah terlihat bagaimana tingkat pendidikan di Indonesia.

Akan tetapi, sebenarnya tingkat pendidikan bukanlah satu-satunya indikator untuk mengukur kualitas SDM penduduk suatu negara. Kualitas SDM berhubungan dengan produktivitas kerja. Orang yang tingkat pendidikannya tinggi diharapkan punya produktivitas yang tinggi.

Namun kembali pada kenyataan yang terjadi di Indonesia adalah banyak orang berpendidikan tinggi namun tetap saja menjadi penggangguran. Orang yang menganggur menjadi beban bagi orang lain. Seperti yang telihat pada grafik di bawah ini, pengangguran yang di maksud di sini merupakan pengangguran yang terjadi karena mereka sedang dalam proses mencari pekerjaan, mempersiapkan usaha, merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan, dan atau sudah punya pekerjaan tetapi belum mulai bekerja. Terdapat angka yang menujukkan bahwa tingkat pengangguran tertinggi berada pada tamatan SMA/Umum. Ini menujukkan bahwa pendidikan setara SMA belum cukup untuk mengentaskan jumlah pengangguran yang ada di Indonesia. Lulusan ini masih menjadi pertanda bahwa tingkatan produktivitas tidak bertambah jika pendidikan hanya sebatas ini. Perlunya peningkatan pendidikan serta pendidikan non formal tentunya akan membantu agar pengangguran tidak menumpuk pada lulusan SMA.


Jika diamati, kondisi ini sangat memprihatinkan. Tingkat pendidikan diharapkan berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan. Sehingga pembangunan dalam bidang pendidikan yang dilakukan oleh pemerintah membawa dampak positif yang signifikan terhadap kesejahteraan penduduk.

6. Banyaknya Jumlah Penduduk Miskin


Kemiskinan juga menjadi salah satu masalah yang melanda Indonesia. Walau Indonesia bukan termasuk negara miskin menurut PBB namun dalam kenyataannya lebih dari 30 juta rakyat Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan. Yang lebih disayangkan lagi, Indonesia merupkan negara yang kaya akan sumber daya alam yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Tapi sungguh memprihatinkan ketika meihat bagaimana kemiskinan menjadi bagian permasalahan di negeri yang kaya ini.

Secara garis besar penurunan jumlah warga miskin memang terlihat signifikan. Hal ini juga dibenarkan oleh beberapa pakar yang mengamati penurunan ini. namun, angka 30 juta masih menjadi permasalahan sendiri mengingat adanya berbagai tujuan global yang akan di capai tahun 2015.

Selain kemiskinan, masalah lain adalah kesenjangan sosial menjadi terlihat jelas di Indonesia. Kaum konglomerat menjadi penguasa namun pemerintah diam saja dengan kemiskinan yang ada. tidak mengherankan apabila negara Indonesia memiliki jumlah rakyat miskin yang cukup banyak.

Yang manjadi pertanyaan adalah kenapa Indonesia bisa menjadi negara yang penduduknya miskin padahal kaya sedangkan banyak negara yan miskin sumber daya namun menjadi negara-negara kaya yang menguasai dunia. Jawabannya kembali ke sumber daya manusia. Kemakmuran berbanding lurus dengan kualitas SDM. Semakin tinggi kualitas SDM penduduk, semakin tinggi pula tingkat kemakmurannya. Ini dibuktikan oleh negara yang miskin sumber daya alam tetapi tingkat kemakmuran penduduknya tinggi sperti Jepang. Kurangnya perhatian terhadap SDM Indonesia menjadikan rakyat banyak yang menderita. Seharusnya kenyataan ini menjadikan dasar pertimbangan kebenaran UUD pasal 33. Dalam hal ini tetap kemakmuran rakyat merupakan hal utama yang harus di perhatikan demi terciptanya Indonesia yang merdeka seutuhnya.

Solusi

Untuk mencapai pemerataan dan keseimbangan dalam penyebaran penduduk maka salah satu jalan dalam mengatasi masalah kependudukan ialah dengan mengadakan transmigrasi. Transmigrasi merupakan perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lain dalam wilayah Indonesia umumnya orang-orang yang mengikuti program transmigrasi berasal dari Jawa, Madura, dan Bali, mereka biasanya ditempatkan di Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, Maluku, Irian Jaya, dan di bagian Nusantara yang masih jarang penduduk.


Pulau Kalimantan yang merupakan salah satu pulau terbesar di Indonesia dan memilki jumlah penduduk yang relatif sedikit menjadi salah satu tempat tujuan transmigrasi. Wilayah ini mempunyai potensi yang sangat besar untuk mengembangkan pertanian, dengan lahan yang masih luas dan tanah yang subur terbuka peluang untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik bagi para transmigran.

Pemerataan penduduk melalui transmigrasi dianggap penting mengingat kekayaan alam yang merupakan modal pokok dalam pembangunan nasional, yang masih terpendam dalam bumi Indonesia belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Pembangunan di bidang transmigrasi sangat erat hubungannya dengan pembangunan daerah, baik di daerah asal maupun daerah penerima. Dari berbagai studi telah didapatkan keterangan tentang keadaan para transmigran umum ketika di daerah asal. Transmigrasi umum di Kalimantan Selatan misalnya, 61% tidak memiliki tanah ketika di daerah asal ( hardjosoenarto dalam Friedrich, 1980:94 ). Transmigrasi adalah perpindahan tempat, suatu gerakan yang mempunyai motivasi, dengan berbagai factor yang melatarbelakanginya, ( Suyitno, 1980:116 ).
yang lain.
  • melaksanakan program KB atau Keluarga Berencana untuk membatasi jumlah anak dalam suatu keluarga secara umum atau missal sehingga dapat mengurangi jumlah angka kelahiran.
  • menunda masa perkawinan.
  • penambahan dan penciptaan lapangan kerja,
  • meningkatkan kesadaran dan pendidikan kependudukan.
  • mengurangi kepadatan penduduk dengan programtransmigrasi.
  • meningkatkan produksi dan pencarian sumber makanan.