Friday, May 30, 2014

Sakit Kepala dan Gangguan Jiwa


Sakit kepala mungkin merupakan keluhan yang paling sering dialami oleh banyak orang. Berbagai macam obat ditawarkan untuk mengatasi sakit kepala, dari obat bebas sampai obat yang harus menggunakan resep dokter.

Sakit kepala yang paling sering dialami oleh individu adalah sakit kepala tipe tegang dan migrain. Kedua jenis sakit kepala ini pada banyak literatur mempunyai hubungan yang erat dengan stres dan beberapa gangguan jiwa seperti cemas dan depresi.

Sakit Kepala Tipe Tegang (Tension Headache)

Sakit kepala jenis ini adalah jenis sakit kepala yang paling banyak dialami oleh orang dewasa. Beberapa orang mengatakan sakit kepala ini sebagai sakit kepala stres. Sakit kepala tipe tegang biasanya muncul secara periodik atau harian. Secara episodik muncul sekurangnya 15 kali dalam sebulan dan dikatakan kronik jika muncul lebih dari 15 kali dalam sebulan. 

Tipe nyeri kepala jenis ini digambarkan sebagai nyeri yang berupa ketegangan seperti kepala yang diikat, ketat atau adanya rasa tertekan di sekitar pelipis atau belakang kepala sampai leher. Kondisi ini bisa berlangsung sekitar 30 menit sampai beberapa hari. Nyeri kepala tegang biasanya berlangsung berangsur-angsur dan terjadi di tengah hari. Satu yang perlu diingat bahwa tipe nyeri kepala ini tidak mengganggu penglihatan dan keseimbangan penderitanya.

Angka kejadian jenis sakit kepala ini di Amerika Serikat saja untuk kondisi yang datang sekali-sekali sekitar 30-80% dari populasi. Sedangkan, yang berlangsung kronis berkisar antara 3%. Perempuan lebih sering mengalami kondisi nyeri kepala tipe ini daripada pria.

Penyebabnya sendiri biasanya sangat multifaktorial dan tidak berhubungan dengan faktor keturunan keluarga. Pada beberapa orang kondisi nyeri kepala tipe tegang ini disebabkan karena adanya ketegangan bagian kepala, leher dan punggung yang disebabkan oleh postur yang tidak baik, tidak cukup istrirahat, stres psikologis termasuk depresi, kurang tidur, kecemasan, kelelahan, dan kelaparan. Pemicunya sendiri sangat berhubungan dengan stres lingkungan dan pribadi termasuk diantaranya hubungan dengan orang lain.

Migrain

Migrain merupakan jenis sakit kepala kedua yang sering dikeluhkan pasien. Walaupun belum tentu keluhan sakit kepala sebelah selalu disebut migrain. Migrain adalah nyeri kepala yang berat di satu sisi atau kedua sisi kepala. Biasanya nyeri berada di sekitar pelipis atau belakang salah satu mata atau telinga. 

Migrain bisa menyebabkan mual dan muntah dan sensitif terhadap cahaya dan suara. Kondisi ini bisa berlangsung dari beberapa jam sampai beberapa hari. Migrain yang klasik bisa dimulai dari adanya aura atau adanya gejala penglihatan seperti ada kilatan cahaya 10 sampai 30 menit sebelum terjadinya serangan atau kehilangan pandangan. Migrain yang biasa bisa terjadi tanpa aura.

Kaitan antara migrain dan gangguan kejiwaan seperti depresi dan cemas sering dilaporkan di berbagai penelitian. Gangguan cemas dan depresi sering juga dialami oleh pasien yang mengalami migrain. Migrain yang kronis sering dialami oleh pasien gangguan cemas. Pasien gangguan cemas menyeluruh dan gangguan cemas panik juga sering melaporkan migrain sebagai salah satu gejala yang mereka alami. Laporan dari 2009, mengatakan 11% pasien mengeluh migrain mengalami gangguan kejiwaan diantaranya gangguan cemas dan depresi.

Pengobatan

Obat penghilang rasa sakit sering kali diresepkan untuk pasien nyeri kepala. Beberapa obat ini bisa ditemukan di penjual obat atau apotek karena dijual secara bebas. Jika obat penghilang sakit tidak mempan biasanya diberikan juga tambahan obat untuk melemaskan otot. Beberapa obat anti cemas dan anti depresan yang juga mempunyai efek anti nyeri biasanya diresepkan oleh dokter yang didatangi pasien seperti ini.

Satu hal yang penting bahwa penggunaan obat anti nyeri seringkali pada pemakaian yang lama menghilang efek terapinya. Untuk itu dokter dan pasien harus memahami, mencari dan memodifikasi pemicunya yang mungkin dalam hal ini adalah stres lingkungan dan pribadi. Faktor stres yang berkaitan dengan terjadinya nyeri kepala tegang dan migrain bisa membuat terapi terhambat jika hanya fokus pada obat penghilang nyeri saja. Apalagi jika gangguan jiwa seperti depresi dan cemas tergambar nyata sebagai salah satu gangguan yang mengawali sakit kepala atau sebagai suatu faktor pemberat.

Thursday, May 29, 2014

Menghadapi Orang yang Tidak Mau Mendengarkan


Bagaimana cara menanggapi teman yang jika diberi masukan tetapi tidak mendengarkan kita? Apakah harus marah atau diam saja menunggu reaksi dari teman tersebut?

Menghadapi teman yang tidak mendengarkan omongan kita adalah kondisi yang tidak mengenakkan. Tentu saja kondisi ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Harus ada solusi untuk menyelesaikannya. Hanya saja kita harus bijaksana dalam menghadapinya, bukan?

Nah untuk menghadapi kondisi ini, pertama kenalilah penyebabnya. Jika ia tidak mau mendengarkan omongan Anda, ajaklah ia bicara empat mata. Tanyakan kepadanya, apa yang membuatnya tidak mau mendengarkan omongan Anda. Dengarkanlah sepenuh hati penjelasannya. Biarkanlah ia dengan panjang lebar menjelaskan isi hatinya.

Tulislah point-point yang ia keluhkan. Lalu refleksikan kepada diri Anda. Benarkah apa yang ia keluhkan selama ini? Adakah andil kesalahan kita dalam hal ini? Jika memang kita punya andil kesalahan dalam hal ini, AKUILAH DAN MINTALAH MAAF kepadanya.

Setelah itu giliran Anda mengungkapkan penilaian obyektif Anda kepadanya. Tunjukkan sikap dia mana saja yang tidak mendengarkan omongan Anda. Ceritakan akibat dari sikapnya itu dan siapa saja yang harus menanggung kerugian atas sikapnya itu.

Kedua, ajaklah ia berubah dengan cara merubah sikapnya. Tunjukkan kepadanya bahwa ia adalah orang yang berpotensi. Hanya saja ia harus merubah sikapnya. Karena sikap menunjukkan siapa diri kita yang sebenarnya. Ceritakan kepadanya hal-hal positif darinya. Karena setiap diri kita pasti memiliki hal positif. DAN TUGAS ANDA ADALAH MENGENALINYA LEBIH DALAM, MENGAKUINYA DAN MENGHARGAINYA. Sebagai seorang teman, sikap ini sangat kita butuhkan guna memberi contoh yang baik.

Ketiga, apresiasi setiap perubahan positifnya sekecil apapun itu. Ungkapkan kepadanya tentang hal-hal positif yang sudah berubah darinya. Dan sampaikan terima kasih atas usahanya ini. Selamat melangkah!

Kacamata Hitam Jadi Tolok Ukur Kemapanan


Seiring dengan alur tren yang berotasi dari waktu ke waktu, tidak berlebihan jika menyimpulkan bahwa tren yang tercetak pada setiap musim itu tidak bisa berdiri sendiri. Penampilan modis yang menyeluruh memerlukan padu padan nan selaras dan saling melengkapi, dimulai dari koleksi kacamata hitam atau sunglasses. 

Sebagian pencinta mode menyebutnya dengan istilah yang lebih modis, yakni shades. Sedari dulu, kacamata hitam merupakan koleksi pendukung dari tren komersial di belantika fashion dunia.


Namun belakangan ini, merebak tren baru, dimana padu padan busana lebih condong disesuaikan dengan kacamata hitam, dibandingkan tas branded. Hal yang demikian tidak pernah terjadi pada masa lalu. Pasalnya, dahulu itu kacamata hitam dianggap hanya sebagai aksesori pelengkap. Sekarang, benda tersebut justru dipandang sebagai koleksi yang mampu menyatakan gaya personal seseorang yang tepat sasaran.


Sekarang, koleksi kacamata hitam dikemas menjadi bagian dari padanan koleksi siap pakai. Baik dari pilihan warna, bentuk, maupun gaya rancang, yang seluruhnya disesuaikan dengan tiga unsur, yaitu tren, musim, dan selera pasar yang berlaku.


Beberapa tahun lalu, tas dan sepatu menjadi acuan dalam menyatakan kesuksesan seseorang. Sekarang, justru koleksi kacamata yang dijadikan sebagai tolok ukur kemapanan bagi mereka para pencinta mode.


Selama 10 tahun terakhir telah terjadi perubahan yang signifikan pada industri mode. Kini, sebagian besar merek fashion ternama lebih fokus untuk merancang kacamata hitam. Bahkan, sejumlah desainer menjadikan kacamata hitam sebagai koleksi utama yang sejajar dengan tas, sepatu, dan perhiasaan.

"Ngorok" Tingkatkan Risiko Kematian, Stroke dan Kanker



Sebuah penelitian yang baru saja diterbitkan pada the Journal of Clinical Sleep Medicine edisi April 2014 menunjukkan bahwa mendengkur dengan henti nafas yang parah akan tingkatkan risiko kematian, stroke dan kanker.

Masyarakat kita mungkin telah terbiasa dengan ngorok. Suara dengkuran yang mengganggu teman tidur seringkali dianggap sebagai sesuatu yang wajar, bahkan dijadikan bahan tertawaan. Tetapi, sebenarnya mendengkur menyimpan potensi bahaya yang serius.



Henti nafas saat tidur atau sleep apnea merupakan salah satu penyebab hipertensi, berbagai penyakit jantung, diabetes, stroke, bahkan kematian.

Mendengkur terjadi karena saluran nafas yang menyempit saat tidur. Akibatnya saluran nafas bisa tersumbat hingga tidak ada udara yang dapat lewat. Perhatikan saja para pendengkur. Di antara ngorok, terkadang diikuti episode sunyi, namun gerakan nafas tampak menghebat. Penderita tampak sesak seolah tercekik dalam tidurnya. Setelah beberapa waktu, seketika ia akan tampak tersedak dan mengambil nafas, lalu mendengkur kembali.

Tetapi, tidak semua dengkuran berarti sleep apnea. Pendengkur harus menjalani pemeriksaan tidur di laboratorium tidur terlebih dahulu untuk memastikannya. Nantinya penderita sleep apnea akan dikategorikan menjadi dengkuran tanpa henti nafas, sleep apnea ringan, sedang atau berat berdasarkan jumlah henti nafas per jam yang dialaminya.


Penelitian


Sebuah tim peneliti di Australia mencatat dan mengikuti 397 orang dewasa selama 20 tahun. Para peserta diperiksakan dengkurnya lalu dikategorikan berdasarkan derajat keparahan sleep apnea.

Hasilnya, risiko kematian penderita sleep apnea yang sedang dan berat adalah 4x lipat dari pendengkur tanpa sleep apnea. Mereka juga memiliki risiko 4x lipat terserang stroke. Sementara, kemungkinan menderita kanker adalah 2,5x lipat dan kemungkinan meninggal akibat kanker adalah 3x lipat.






Sejatinya mendengkur dan sleep apnea selalu dikaitkan dengan kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah. Tetapi, penelitian pada populasi kota Busselton di Australia ini juga menunjukkan risiko kematian akibat kanker pada pendengkur. Ini memberikan kemungkinan lain tentang hubungan obesitas dan kanker.

Hubungan diantara sleep apanea dan kanker belum sepenuhnya dipahami. Kelompok peneliti di Spanyol menemukan bahwa tikus dengan kondisi oksigen malam hari yang dibuat mirip dengan pendengkur atau penderita sleep apnea, akan mengakibatkan percepatan pertumbuhan sel-sel kanker.

Wednesday, May 28, 2014

Kantuk Picu Perilaku Tidak Etis di Tempat Kerja



Sebuah penelitian yang diterbitkan pada Journal of Applied Psychology menemukan bahwa memberikan dua cangkir kopi pada karyawan yang kekurangan tidur akan membantu mereka menolak tindakan-tindakan yang tidak etis.

Saat mengantuk dan kurang tidur, kita jadi sulit menolak ajakan untuk berbuat curang. Alasannya sederhana saja, kita terlalu lelah dan mengantuk untuk menganalisa dan mencari alasan untuk berkata tidak.


Penelitian


Para ahli mengatur agar para relawan untuk tidak tidur semalaman, lalu dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama di pagi hari diberi permen karet tanpa kafein, sementara kelompok lainnya diberi permen karet dengan kadar kafein 200 mg, setara dengan dua cangkir kopi.

Para peserta lalu ditempatkan pada sebuah situasi dimana mereka didorong untuk berbohong agar mendapat uang ekstra. Mereka yang mengunyah permen karet berkafein lebih cenderung menolak berbuat curang, sementara kelompok yang tidak mendapatkan kafein rata-rata menurut saja ketika diajak berbohong.


Temuan Terdahulu


Penelitian ini sebenarnya didasari oleh temuan terdahulu dimana para karyawan yang kekurangan tidur cenderung berbuat curang dan tidak etis dibanding mereka yang cukup tidur. Penelitian yang diterbitkan oleh Organizational Behavior and Human Decission Process di tahun 2011 mencatat perbedaan perilaku yang dipicu oleh kekurangan tidur. Bahkan, para peneliti mencatat perbedaan durasi tidur 22 menit saja sudah merubah perilaku etis seseorang.

Kelompok peneliti lain juga pernah menyatakan bahwa kondisi kurang tidur akan mendorong perilaku yang menyimpang di tempat kerja. Mereka juga menemukan fakta bahwa kurang tidur sedikit saja sudah membuat orang mudah berperilaku tidak semestinya saat bekerja. Karyawan yang tidur kurang dari enam jam seharinya lebih mudah berbuat curang dibanding yang tidur lebih dari enam jam. Kecurangan bukan tentang mencuri, tetapi pada pemalsuan dokumen, mengakui hasil kerja orang lain dan secara sengaja melaporkan data yang salah.


Tidur dan Pengendalian Diri


Pekerja yang baik, salah satu syaratnya tentu berperilaku etis dan jujur. Perilaku karyawan yang baik juga mencerminkan organisasi yang baik. Tentu semua perusahaan menginginkan para pekerjanya merupakan orang-orang ulet, pekerja keras serta berperilaku baik.

Tetapi, seringkali kita juga melihat bagaimana para pemimpin perusahaan terus mendorong para pekerjanya untuk bekerja giat tanpa memperhatikan kebutuhan istirahat. Padahal dari data-data ilmiah, kita sadari bagaimana kesehatan tidur justru mendorong performa dan produktivitas seseorang. Kini, ada satu alasan lagi agar perusahaan mau memperhatikan waktu istirahat karyawannya.



Tidur ternyata berkaitan erat dengan pengendalian diri seseorang. Pengendalian diri berpusat pada korteks pre-frontal otak manusia. Saat kurang tidur, seolah otak terkuras tenaganya. Saat kekurangan tenaga inilah kemampuan pengendalian diri seseorang menurun. Ia pun jadi lebih mudah tergoda untuk berbuat curang.

Walau dikatakan kafein membantu perilaku etis seseorang, kita harus lebih jeli melihat permasalahannya. Asal muasal kebutuhan akan kafein adalah kantuk yang disebabkan oleh kurang tidur. Untuk itu, jauh lebih penting mencegah kantuk dari pada asal mengatasinya dengan konsumsi kafein sembarangan. Ingat, banyak penelitian juga membuktikan bagaimana kafein menunda kantuk tapi tidak dapat meningkatkan performa seseorang.



Jadi, bagaimana caranya menjaga perusahaan agar produktif dan berperilaku etis? Perhatikan juga hal-hal berikut:

1. Sediakan kopi, dan sertai dengan informasi cara konsumsi yang tepat.
2. Batasi waktu lembur yang tidak produktif
3. Sediakan tempat dan waktu untuk power nap.

4. Berikan pelatihan dan pengetahuan kesehatan tidur.

Bercermin pada hasil-hasil temuan ini, sebaiknya kita juga mulai memperhatikan kesehatan tidur dalam konteks pemberantasan korupsi di Indonesia. Mungkin terdengar berlebihan atau mengada-ada, tetapi data ilmiah menunjukkan hasil yang positif. Jika baik, kenapa tidak kita coba.

Jangan Buru-Buru Minum Obat Saat Nyeri Otot




Nyeri otot tidak hanya muncul ketika pulang dari gym. Dalam kondisi tertentu nyeri otot terkadang muncul di saat tak terduga baik saat Anda bekerja bahkan pada saat Anda duduk santai sekalipun.



Kebanyakan orang langsung menelan obat-obatan untuk mengatasi rasa nyeri itu, padahal ada cara alami yang lebih sehat untuk mengatasinya. Apa saja?

1. Tertawa

Ini tentu bukanlah obat yang sebenarnya, namun manfaat tertawa bagi kesehatan tidak dapat diremehkan. Selain meredakan stres, membakar kalori dan memanjangkan umur, tertawa juga bisa jadi obat pereda nyeri alami. Tampaknya ini karena tertawa memicu munculnya endorfin, zat kimiawi yang membuat seseorang merasa lebih baik.



2. Tidak merokok




Sebuah studi menemukan bahwa merokok merupakan salah satu faktor risiko nyeri punggung dan gangguan sendi. Tidak heran jika perokok dilaporkan paling sering mengalami nyeri pada bagian-bagian tubuh ini.



3. Tidur

Sebuah studi di tahun 2012 mengungkapkan bahwa tidur tidak hanya melindungi memori, mood serta otot seseorang, tapi juga meningkatkan kekebalan terhadap rasa sakit.



4. Hirup aroma apel hijau

Penelitian yang dilakukan the Smell & Taste Treatment and Research Foundation di Chicago, AS, menginstruksikan peserta yang pada saat bersamaan sedang sakit migrain, untuk mengendus bau tabung reaksi yang berisi apel hijau. Hasilnya menunjukkan, kondisi mereka yang menghirup aroma apel hijau mengalami perbaikan dibandingkan dengan mereka yang tidak menghirup aroma apel hijau. Para peneliti beranggapan, aroma yang diberikan oleh apel hijau ini mampu mengimbangi kontraksi otot yang terjadi di kepala dan leher, sehingga memberikan rasa yang melegakan di kepala.

5. Mendengarkan musik

Menurut sebuah studi di tahun 2013, sebagai pengalih perhatian, musik dapat menurunkan intensitas nyeri lebih signifikan daripada hanya belajar menerima rasa nyeri itu sendiri. Dari studi Case Western Univeristy dan Cleveland Clinic juga menemukan pasien nyeri kronis yang mendengarkan musik satu jam dalam sehari dan membuat diri tentang rasa sakitnya mengalami penurunan rasa nyeri sebanyak 12-21 persen dibandingkan orang yang tidak melakukannya.

Tuesday, May 27, 2014

Mereka yang Harus Absen di Piala Dunia Brasil 2014



Piala Dunia yang akan tayang sebentar lagi dianggap sebagai turnamen yang mempertemukan para pesepak bola terbaik di dunia. Pemain yang tampil cemerlang kerap diganjar gelar pemain terbaik dunia. Yang tidak bisa tampil, mereka harus puas menjadi penonton saja.
Beberapa pemain akan cukup dirindukan aksinya karena ketiadaan mereka di Brasil. Ada yang memang negaranya tidak lolos, ada yang cedera, ada yang memang harus puas menjadi cadangan jika rekan-rekannya mendadak cedera dan ada pula yang kondisinya sehat-sehat saja namun pelatih tidak memanggilnya. Berikut pemain-pemain yang tidak akan tampil di Piala Dunia.

1. Carlos Tevez (Juventus – Argentina)

Dipinggirkannya Carlos Tevez dan dimasukkannya nama Franco Di Santo adalah salah satu kejutan terbesar. Dengan rekor golnya yang baik, permainan ngotot yang menjadi ciri khas, plus pengalamannya bermain di tanah Brasil bersama klub Corinthians semestinya menjadikan Tevez sebagai pilihan otomatis.
Namun, Argentina memang sudah disesaki talenta-talenta besar di lini depan. Lionel Messi, Sergio Aguero, Gonzalo Higuain, Rodrigo Palacio dan Ezequiel Lavezzi. Pelatih Alejandro Sabella menganggap nama-nama tersebut sudah cukup memuaskannya.

2. Gabriel Fernandez Arenas (Atletico Madrid – Spanyol)

Pemain yang lebih dikenal dengan nama panggilan Gabi ini adalah kapten Atletico Madrid, tim yang baru menjuarai Liga BBVA dan menembus final Champion League. Sebagai kapten dari klub yang mengalami kesuksesan, plus performanya yang stabil, Gabi semestinya pantas mendapatkan sebuah tempat di tim nasional Spanyol.
Namun, melimpahnya talenta di lini tengah tim nasional Spanyol memang menjadikan Gabi terlupakan. Keberadaan Xabi Alonso, Sergio Busquets dan Javi Martinez yang lebih mapan di posisi ini memang menyulitkan Gabi dalam menembus tim.




3. Gareth Bale (Real Madrid - Wales)

Menjalani musim debut di klub terkaya dunia, Real Madrid, sebagai pemain termahal, Gareth Bale cukup mampu memenuhi ekspektasi penggemar sepakbola. Bukan hanya gol dan assist yang ia berikan, kecepatan dan kemampuannya dalam menghadapi freekick membuat Real Madrid mampu tampil sama hebatnya dengan atau tanpa Cristiano Ronaldo.
Sayangnya, Gareth Bale tidak mampu membawa negaranya, Wales, lolos ke Piala Dunia. Wales hanya menempati posisi kelima dalam Grup A Babak Kualifikasi Piala Dunia Zona Eropa.

4. Henrikh Mkhitaryan (Borussia Dortmund – Armenia)

Didatangkan untuk menggantikan Mario Goetze yang pindah ke Bayern Muenchen, Henrikh Mkhitaryan sempat mengalami kesulitan beradaptasi dengan permainan tim asuhan Juergen Klopp. Namun seiring berjalannya waktu, attacking midfielder berusia 25 tahun ini menjelma sebagai salah satu pemain kunci Dortmund. Ia mencetak 9 gol dan 10 assist untuk Dortmund di Bundesliga.
Dalam Babak Kualifikasi Piala Dunia 2014, Armenia hanya berada di posisi kelima meskipun Mkhitaryan menyumbangkan 3 gol.

5. Kevin Strootman (AS Roma - Belanda)

Kevin Strootman adalah salah satu pembelian terbaik yang dilakukan AS Roma musim ini. Kombinasinya bersama Daniele De Rossi dan Miralem Pjanic di lini tengah Roma berkontribusi besar pada pencapaian mereka menjadi runner-up Serie A musim ini. Sayangnya, Strootman mengalami cedera parah pada bulan Maret lalu yang membuatnya harus menjalani operasi sekaligus menutup peluangnya tampil di Piala Dunia tahun ini.






6. Mehdi Benatia (AS Roma – Maroko)

Benatia adalah bek dengan performa paling konsisten di Serie A dalam beberapa tahun terakhir. Keputusan Roma membelinya merupakan keputusan yang tepat karena Benatia berkontribusi besar atas kokohnya pertahanan Roma yang hanya kebobolan 25 kali sepanjang musim.

7. Robert Lewandowski (Borussia Dortmund – Polandia)

Dalam beberapa tahun terakhir, Robert Lewandowski dipandang sebagai salah satu striker terbaik Eropa. Ia mencetak rata-rata 30 gol dalam tiga musim terakhir bersama Dortmund. Penyerang yang mulai musim depan memperkuat Bayern Muenchen ini juga menyumbangkan 3 gol di Babak Kualifikasi Piala Dunia, namun sayangnya gagal mengantar Polandia yang hanya berada di posisi keempat di bawah Inggris, Ukraina dan Montenegro.







8. Roberto Firmino (Hoffenheim – Brasil)

Sebagai salah satu attacking midfielder dengan performa terbaik di Bundesliga, Roberto Firmino sama sekali tidak masuk dalam rencana pelatih Brasil, Luis Felipe Scolari. Pemain berusia 22 tahun ini mencetak 16 gol dan 12 assist di Bundesliga musim ini, sebuah catatan sensasional yang kemudian membuat namanya ramai menjadi incaran klub-klub besar.

9. Samir Nasri (Manchester City – Prancis)

Mampu menjadi pemain kunci di tim bertabur attacking midfielder berbakat adalah bukti yang lebih dari cukup akan kehebatan Samir Nasri. Mantan pemain Arsenal ini juga berperan besar dalam raihan gelar juara Premier League bagi Manchester City.
Pelatih Prancis, Didier Deschamps, memiliki penilaian berbeda. Perangai Nasri yang kerap marah jika dicadangkan jelas berpotensi merusak keharmonisan tim. Hal yang tidak ingin diulangi tim nasional Prancis yang mengalami cerita serupa pada Piala Dunia 2010.

10. Zlatan Ibrahimovic (Paris Saint Germain - Swedia)

Usia Zlatan Ibrahimovic sudah 32 tahun, namun hingga kini penggemar sepakbola belum melihat bentuk penurunan kualitas permainan yang dimilikinya. Ibrahimovic masih produktif sebagai mesin gol tim yang diperkuatnya, sekaligus kerap menyumbangkan gelar juara liga domestik. Tidak hanya itu, Piala Dunia akan kehilangan potensi gol-gol cantik dan kemungkinan cerita kontroversial tanpa kehadirannya.
Sayangnya, kita sepertinya memang tidak akan melihat Ibrahimovic lagi di ajang Piala Dunia saat level permainannya mencapai puncak. Empat tahun lagi, usia Ibra sudah 36 tahun. Sulit berharap Ibra masih memiliki level yang sama dengan sekarang.